Sudah tidak asing lagi mendengar kata Korek Api, Korek api juga seringkali disebut dengan geretan, pematik, mancis, cricket, atau tokai. Pemantik sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengahsilkan api dan memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Untuk memberikan pencahayaan di saat keadaan gelap atau tidak ada listrik, sebagai salah satu sumber untuk menghasilkan api (baik kecil maupun besar) dan bisa digunakan juga untuk membuat sebuah kerajinan tangan atau kreatifitas.
Prinsip dasar Korek Api pada awalnya ditemukan di negara China jauh sebelum masehi pada zaman fuxi yang mana seorang ilmuan dijuluki suiren, dia yang menemukan cara pertama untuk menghasilkan api dengan cara menggosokan 2 permukaan kayu maka akan menghasilkan percikan-percikan api. Setelah model korek api kayu ini tersebar di seluruh penjuru dunia, beberapa ratus tahun kemudian barulah ditemukan korek gesek oleh Hennig Brandt dari Hamburg, Jerman pada tahun 1669. Awal mula penemuan korek gesek ini merupakan percobaan gagal dari Hennig, yang bermaksud ingin membuat emas dari logam lain namun yang ia dapatkan adalah fosfor. Kemudian asisten Hennig bernama Robert Boyle mencoba melapisi kertas kasar dengan fosfor dan serpihan kayu dengan belerang. Dan ketika dia menarik serpihan kayu di atas kertas fosfor tersebut, ternyata menghasilkan api. Namun penemuan Boyle saat itu dihentikan karena kurang sempurna. Dari penemuan Boyle tersebut akhirnya para ilmuan mencoba untuk menyempurnakan penemuannya.
Tahun 1826 seorang apoteker bernama John Walker yang kemudian disebut dengan bapak penemu Korek Api melakukan percobaan dengan cara mencampurkan sulfida antimon, potassium klorat, permen karet dan pati dengan tongkat kayu kemudian ia mengikis tongkat tersebut diatas batu dan tongkat itu terbakar. Penemuannya itu akhirnya menghasilkan merk dagang “Lucifer”, namun tidak bertahan lama karena penemuan korek kayu tersebut menghasilkan bau belerang yang berbahaya. Setelahnya, korek kayu ini dikembangkan terus oleh para ilmuan menggunakan fosfor merah sampai seperti yang kita kenal sekarang ini.
Bangsa Tiongkok sejak 577 telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengandung belerang. Korek api modern pertama ditemukan tahun 1805 oleh K.Chancel, asistem Profesor L. J. Thenard di Paris. Kepala korek api merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaanya berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas.
